Beranda > BERANDA > Deddy Stanzah ”Bangkit Kembali” Lewat ALt’z Band

Deddy Stanzah ”Bangkit Kembali” Lewat ALt’z Band


by Buddy ACe

Ingatkah anda pada sosok ”Deddy Sutansyah” atau lebih populer dengan sebutan ”Deddy Stanzah”?

Buat remaja yang baru mengenalnya, saya ingin bilang bahwa di Bandung Kang Dedy Stanzah dikenal sebagai epigon Mick Jagger, setara dengan Gito Rollies dan Mickey Rainbow yang juga dikenal sebagai copycat vokalis The Rolling Stones era 80-an.

Indonesia pun mengingatnya sebagai pembetot bass dan salah satu pendiri The Rollies (1967). Bersama The Rollies tahun 1968 melahirkan album cover version yang direkam di Singapura tahun 1968. Setelah itu sebagai vokalis, ia membentuk Super Kidz bersama Jelly Tobing dan Deddy Dores. Ia menyanyi sembari membetot bass bersama Super Kidz dan melahirkan hits ’Cemburu’.

Almarhum pernah pula menjadi bassist God Bless (1970), meski tak sampai rekaman. Lepas itu ia lalu membentuk Staccato Band (tanpa album rekaman), lalu duet bersama almarhum Gito Rollies dalam album Higher and Higher (1967). Keduanya tampil seronok dengan rambut kribo.

Bahkan ayah dari duaoang anak; Pintu Danachimegasan (Ega) dan Putri Bintang Slash Matahari ini, pernah melepas album solo berbahasa Inggris, ‘Play it Loud’, bersama Harry Roesli dan kawan-kawan. Konon, inilah album terbaik almarhum sepanjang karier musikalnya, meskipun tidak begitu laku dipasaran, tapi mata pengamat musik, puncak karir Deddy Satanzah adalah pada album tersebut samai akhirnya wafat.

Ya, seperti kata pepatah, ”Manusia mati meninggalkan nama”.

Dan almarhum Deddy Stanzah yang wafat 22 Januari 2001 karena serangan jantung dan komplikasi penyakit paru-paru itu, bukan hanya meninggalkan nama, tapi ia juga meninggalkan sejumlah karya penting yang diwariskannya istrinya, Isye Larisdiah dan anak-anaknya.

Diantara warisannya itu, ada sebuah lagu beraroma rock n roll, ’Cemburu’, yang menghiasi  airplay radio swasta di Indonesia era 80-an.

Aku cemburu

Melihat tingkahmu

Jalan Bergandengan

Berpeluk Ciuman

Aku Cemburu…

Dan almarhum Deddy Stanzah bangkit kembali?

”Yeah, yang bangkit kembali adalah lagu Cemburu karya almarhum Kang Deddy Stanzah. Kami menyanyikannya lagi dengan aransemen masa kini, gaya band kami, Alt’z band,” tandas Yoga, vokalis band indie yang juga berasal Bandung itu.

Sepeti juga Deddy Stanzah yang memainkan bass sembari nyanyi, demikian halnya yang dilakukan oleh Yoga bersama kelompok “progresif pop”-nya, ALt’z Band. Yoga nyanyi sambil memainkan guitar.

Penampilan Yoga didukung oleh adik sepupunya, Ryo (drum) dibantu 2 orang additional (Yanuar Reagan, guitar electric dan Evans, gitar accoustic) serta pembetot bass, Roland, mengaransemen kembali lagu ‘Cemburu’ dengan cara mereka, gaya pop progresif.

Memilih nomor rock n roll ‘Cemburu’ ciptaan almarhum Deddy Stanzah itu, bukanlah perkara gampang. Selain proses perizinan dari ahli waris almarhum yang berbelit-belit, lagu Cemburu sangat identik dengan nama almarhum.

“Jelas beban pertama kami adalah mengaransemen kembali lagi rock n roll populer itu menjadi gaya kami yang selama ini mainin pop progresif,” aku Yoga diamini sudara sepupunya Ryo, drummer Alt’z Band itu.

Selain beban moril itu, kerepotan awal yang dialami produser ALt’z Band, Ita FSK adalah saat kali pertam meminta izin pada ahli waris. Ketika bertemu dengan adik almarhum, Ibu Neneng, ia menyarankan agar meminta izin pada Isye, istri almarhum. Perlu menunggu waktu berbulan-bulan untuk bertemu dengan istri almarhum yang tinggal di Taiwan. Dari sang istri, diperoleh surat kuasa yang diberikan kepada anak sulung almarhum, bernama Ega.

“Hampir 5 bulan baru kami bisa memegang surat kuasa dari ahli waris, Vega, anak sulung almarhum Kang Deddy,” jelas Ita FSK, yang tak lain adalah ibu kandung dari Ryo.

Dalam album kedua ALt’z Band bertajuk ‘Setulus Hati’, juga menyodorkan kejutan lewat nomor ‘Kasih’, ciptaan seniman legenda Richard Kyoto. Dari tembang yang sejatinya bernuansa Pop Bossanova Saat dilantunkan penyanyi legenda Ermy Kullit, Alt’z Band mengemasnya dalam Pop Progressif yang amat kental.

Ditambah dengan komposisi ciptaan Alt’z Band sendiri, antara lain adalah; ‘Tanya’, ‘Jika Nanti’, dan pop ballad bertajuk ‘Cicak dan Buaya’.

Dan yang mendapat perhatian lebih dari penggemar mereka adalah lagu ‘Cicak + Buaya’. Selain karena warna musiknya bernuansa pop balada, seperti sedang mendengarkan lagu ‘Spider and The Fly’-nya The Rollng Stones, liriknya pun mengingatkan orang pada kasus Cicak vs Buaya antara Kepolisian dan KPK beberapa waktu lalu. Tapi Yoga mengatakan bahwa lagunya tak ada kaitannya dengan kasus Polisi lawan KPK beberap waktu lalu.

“Lagu Cicak plus Buaya ini hanya bicara tentang persahabatan, bahwa Cicak dan Buaya meskipun berbeda dunia tapi mereka bisa bersahabat kok,” aku Yoga.

Konon, menurut sang produser, Ita FSK, lagu ‘Cicak + Buaya’ merupakan ide yang muncul setelah pertemuannya dengan bos Nagaswara, Rahayu Kertawiguna, dalam rangka memperkenalkan Alt’z Band untuk melihat kemungkinan kerjasama antara indie label dan major label.

Rencananya bulan Mei 2010, album kedua ALt’z Band bertajuk ‘Setulus Hati’ bakal segera dirilis, dengan mengandalkan lagu ’Tanya’ sebagai single hits dan lagu ‘Cemburu’ sebagai andalah mereka saat tampil di atas panggung.(*)

  1. 5 Mei 2010 pukul 18:14

    Altz gitu loh..

  2. stones
    7 Mei 2010 pukul 15:01

    udah keduluan ama Time Bomb nge-remake Cemburu mah boss
    Tme Bomb band Bandung oge

  1. No trackbacks yet.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: