Beranda > BERANDA > Tayub Berdarah, 6 Orang Luka

Tayub Berdarah, 6 Orang Luka


KataBerita, Tuban – Pertumpahan darah akibat dendam terjadi pada saat pelaksanaan hiburan Tayub di Dusun Lunde, Desa Tengger Wetan, Kecamatan Kerek-Tuban (21/4/2010). Dalam tragedi berdarah tersebut empat orang mengalami luka berat.

Tiga orang, yakni Ruslan (35), Narsito (30), dan Suyitno (27), warga Desa Gemulung, Kecamatan Kerek, hingga Kamis malam ini masih dirawat di Rumah Sakit Dr Koesma Tuban.

Pertikaian berdarah itu terjadi antara kubu Bayan Lestari (38) dan kakaknya bernama Darman (46), serta anak Darman bernama Jarnadi (21), warga Dusun Kanoman, Desa Wolutengah, Kecamatan Kerek, dengan tiga bersaudara Ruslan (35), Narsito (30), dan Suyitno (27) warga Desa Gemulung, Kecamatan Kerek.

Awalnya, Narsito dan dua saudara kandungnya sedang menghadiri acara hajatan dengan hiburan langen tayub di Dusun Lunde. Sekitar pukul 18.00 saat Narsito berjalan kaki ke luar arena tayub, tiba-tiba diserang Bayan Lestari bersama kakak dan keponakannya menggunakan parang. Ruslan dan Suyitno pun berusaha membantu Narsito, tetapi juga ikut diserang dengan parang oleh kubu Bayan Lestari.

Akibat perkelahian itu dada Narsito terluka, tangan kirinya putus, tangan kanan, punggung dan siku tangan kirinya patah. Ruslan mengalami luka bagian dada, tangan, punggung. Suyitno mengalami luka punggung, bahu kanan, lengan kiri dan bagian kepala.

Bacokan baru berhenti saat beberapa polisi tiba di lokasi kejadian. Polisi dibantu warga membawa korban luka ke rumah sakit. Polisi menangkap tiga pelaku empat jam setelah kejadian.

Bayan Lestari mengalami luka tusuk di tangan kiri, serta beberapa luka lebam akibat serangan balasan dari Ruslan dan dua saudaranya. Bayan Lestari dirawat di rumah sakit Medika Mulia, Tuban seusai ditangkap polisi. Setelah itu Kamis siang dibawa ke Kepolisian Resor Tuban untuk diperiksa. Setelah diperiksa intensif, Lestari alias Bayan Lestari (38), Darman (46), dan Jarnadi (21), ditetapkan sebagai tersangka dan ditahan.

Kepala Satuan Reserse Kriminal Kepolisian Resor Tuban Inspektur Satu Budi Santoso menyatakan, ketiga tersangka dijerat pasal 170 Kitab Undang-undang Hukum Pidana tentang pengeroyokan dengan ancaman pidana tujuh tahun penjara.

Polisi juga menyita dua parang yang digunakan untuk menyerang. “Motif penyeranan karena ada dendam dari keluarga Bayan Lestari yang pernah dibacok keluarga Narsito pada pertengahan 2009,” kata Budi Kamis malam.(nuh/kompas)

  1. 22 April 2010 pukul 16:49

    Fiuh…..mengapa ya fenomena kekerasan makin marak??
    apa karena bumi semakin panas??

    salam

    http://thomasandrianto.wordpress.com/2010/04/22/info-dari-kawan-broloe-mau-blog-loe-kebanjiran-pengunjung-kaga/

  1. No trackbacks yet.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: