Beranda > GAYA HIDUP > Astaga! Indonesia Urutan Ketiga Dunia Soal BAB Sembarangan

Astaga! Indonesia Urutan Ketiga Dunia Soal BAB Sembarangan


KataBerita, Jakarta – Nama buruk kembali disandang Indonesia. Kali ini negara Indonesia dinyatakan menduduki peringkat tiga di dunia untuk penduduk yang melakukan “buang air besar” (BAB) sembarangan setelah China dan India.

“Ada 70 juta orang Indonesia yang melakukan BAB sembarangan,” kata Direktur Permukiman dan Perumahan Bappenas, Oswar Mungkasa, dalam lokakarya tentang air dan sanitasi yang diadakan Bank Dunia dan diikuti instansi pemerintah dan pers dari Indonesia, Filipina, dan Laos di Surabaya, Jawa Timur.

Menurut staf komunikasi Bank Dunia dari AS, Christopher M. Walsh, ia mengatakan, di India ada 560 juta penduduk yang melakukan BAB sembarangan, sedangkan di China ada 670 juta orang yang melakukan BAB sembarangan.

“Tindakan BAB sembarangan itu menyebabkan kerugian Rp56 triliun per tahun. Angkanya dihitung dari orang produktif yang sakit, gaji yang hilang, biaya rumah sakit, biaya pengobatan, dan dikalikan dengan pendapatan per kapita,” kata Walsh.

Bahkan, katanya, dari sisi ekonomi, Indonesia mengalami kerugian sebesar Rp58 triliun per tahun karena kondisi sanitasi yang buruk tersebut. Untuk itu, pihaknya mengajak media massa di dalam negeri turut aktif dalam menyebarluaskan informasi terkait dengan perbaikan mutu air dan sanitasi.

Selain penyakit diare, muntaber, dan sejenisnya, katanya, BAB sembarangan juga menyebabkan puluhan sungai di Jawa, Sumatra, Bali, dan Sulawesi tercemar berat oleh bahan organik dan zat amonium.

Sedikitnya, 50 ribu anak-anak berusia di bawah lima tahun di Indonesia setiap tahun meninggal karena penyakit seperti diare yang disebabkan air dan sanitasi buruk. “Jumlah ini terbilang besar,” katanya Spesialis Komunikasi Program Air Bersih dan Sanitasi Bank Dunia, Yosa Yuliarsa.

Pada tahun 2015, Indonesia mencanangkan target program air bersih akan tercapai 63 persen dan sanitasi 58 persen, namun sekarang masih tercapai 59 persen untuk air bersih dan 69 persen untuk sanitasi. “Program sanitasi mungkin sudah melampaui target, tapi program sanitasi seperti jamban yang berkualitas hanya 40 persen, karena jamban milik masyarakat umumnya masih dibuang langsung ke sungai atau bukan mirip `septic tank`,” katanya.(nuh/ant)

  1. winda
    3 Januari 2012 pukul 23:14

    tu anjel ye yang berak./.?

  2. memekbau
    3 Januari 2012 pukul 23:16

    itu yg berak bkan anjel tpi awek tau…

    enjel mah tai nya g

  3. memekbau
    3 Januari 2012 pukul 23:17

    angel adeknye wanda dongo

  1. No trackbacks yet.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: