Beranda > BELANJA, SEPAKBOLA DUNIA > Selebrasi Mourinho Provokasi Skuad Barca

Selebrasi Mourinho Provokasi Skuad Barca


KataBerita, Barcelona — Selebrasi Jose Mourinho atas lolosnya Inter Milan, Kamis (29/04) dinihari WIB, ke final Liga Champions menyulut perasaan tidak senang kiper Barcelona, Victor Valdes. Keduanya kemudian berselisih di lapangan.

Peristiwa itu terjadi setelah duel leg kedua semifinal Liga Champions antara Barca dan Inter berakhir dengan skor 1-0 untuk kemenangan Barca. Meski kalah, Inter merayakannya dengan sukacita sebab mereka tetap lolos ke final berkat kemenangan agregat 3-2.

Semua pemain dan ofisial Inter merayakan kesuksesan itu dengan berlari ke tengah lapangan. Tak terkecuali Mourinho, yang memilih melakukan selebrasi dengan cara mengacung jarinya ke arah penonton.

Adegan itu rupanya memicu emosi Valdes. Keduanya kemudian saling serang dan mencengkeram pakaian satu sama lain. Kontak fisik itu akhirnya dilerai oleh seorang petugas keamanan stadion.

“Valdes mengira saya memprovokasi suporter tuan rumah. Saya ingin merayakannya bersama pendukung saya. Itu hak saya,” bela Mourinho.

Pertandingan tersebut memang penuh emosi sejak awal. Sebelum laga berlangsung, tim Inter mendapat tekanan dari pendukung Barca di bandara maupun di hotel. Di lapangan, pemain Inter pun tampil keras dan salah satunya berujung kartu merah untuk Thiago Motta.

Motta juga memancing emosi para pemain Barca setelah ia mencengkeram leher Sergio Busquets sebelum keluar dari lapangan. Sempat terjadi saling dorong antarpemain pada menit ke-28, tetapi akhirnya diselesaikan oleh wasit.

Terlepas dari semua insiden tersebut, Inter Milan akan mengenang kesuksesan mereka menyingkirkan Barcelona sebagai kemenangan bagi pahlawan. Kemenangan yang patut dirayakan seperti sebuah pesta.

Bagi Inter, kemenangan terasa begitu manis karena tim yang mereka kalahkan adalah sang juara bertahan Barcelona. “La Beneamata” kalah 0-1 di semifinal leg kedua, tetapi mereka unggul agregat 3-2 berkat kemenangan 3-1 di Giuseppe Meazza, pekan lalu.

“Malam ini kami menjadi tim pahlawan di lapangan tempat di mana pahlawan meninggalkan darahnya,” kata Pelatih Inter Jose Mourinho kepada Rai Sport. “Saya bukan pemain bagus. Namun, jika saya bisa bermain, saya akan meninggalkan darah di lapangan. Ini pesta kami dan kami ingin semua suporter datang ke bandara dan menunggu pemain-pemain ini dan saya ingin mereka di Roma di mana kami akan memainkan final lainnya,” tambahnya.

Dengan kemenangan tersebut, Inter berpeluang merebut tiga gelar juara musim ini. Pada Senin (3/5/2010) depan, Javier Zanetti dan kawan-kawan akan bertandang ke Roma untuk menghadapi Lazio dalam duel lanjutan Liga Serie A. Tiga hari kemudian, Kamis (6/4/2010), Inter akan melawan AS Roma di partai final Coppa Italia. Partai puncak akan berlangsung hari Kamis (6/4/2010).

Inter dan Roma saat ini masih bersaing memperebutkan dua gelar domestik. Di Serie A, Inter sementara memimpin klasemen dengan selisih dua poin di atas “I Lupi”. (ndu/kompas)

  1. Belum ada komentar.
  1. No trackbacks yet.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: