Beranda > INTERNASIONAL > WESC2010, Paviliun Indonesia Sambut Pengunjung ke-1 Juta

WESC2010, Paviliun Indonesia Sambut Pengunjung ke-1 Juta


By: Mahar Prastowo

Selama 1 bulan pelaksanaan World Expo 2010 Shanghai, China, Paviliun Indonesia mencatat jumlah pengunjung yang melampaui 1 juta orang. Dengan demikian sebagian besar pengunjung World Expo 2010 telah menyempatkan diri mengunjungi Paviliun Indonesia. Jumlah pengunjung Paviliun Indonesia pada Senin 31/5 mencapai 52,200, yakni rekor tertinggi sejak Paviliun Indonesia resmi dibuka pada Sabtu 1/5 lalu.

“Hari ini [1/6, red] kami mendapatkan kabar gembira dari tim pelaksana di Shanghai, dimana tepat 1 bulan sejak dibuka, Paviliun Indonesia pada pukul 11.40 waktu setempat dikunjungi oleh pengunjung ke-1 juta. Teng Huai Kun (32 tahun) mendapatkan hadiah berupa tiket perjalanan untuk dua orang Shanghai-Jakarta-Bali-Shanghai yang dipersembahkan oleh Garuda Indonesia, serta penginapan di Hotel Intercontinental Bali, Hotel Ramada Bali dan Hotel Borobudur Jakarta. Mr. Kun yang berasal dari kota QingDao dan berprofesi sebagai Regional Manager dealer otomotif, mendapat informasi mengenai Paviliun Indonesia di WESC dari TV lokal dan sangat terkesan dengan keindahan arsitektur paviliun. Saat berkunjung ke WESC, Paviliun Indonesia menjadi paviliun pertama yang dikunjunginya,” kata Mari Elka Pangestu, Ketua Panitia Pelaksana Keikutsertaan Indonesia di World Expo 2010 saat jumpa pers hari ini. “Keunikan Paviliun Indonesia tersiar luas membuat masyarakat lain antusias untuk melihat langsung. Kami optimis bahwa peluang untuk memperkenalkan pencitraan bangsa Indonesia yang positif semakin terbuka lebar, dan akan memberikan multiplier effect sebagaimana diharapkan.”`

Hal lain yang juga menarik perhatian pengunjung Paviliun Indonesia adalah Restoran ‘Enak!’ yang terletak di teras luar di lantai dasar paviliun. Restoran ‘Enak!’ yang berada di ‘Area Kuliner’ menyajikan berbagai jenis makanan dan minuman khas Indonesia. Restoran ini mendapat sambutan hangat dan dikunjungi oleh ribuan orang setiap harinya. Baik masyarakat Shanghai maupun warga internasional yang telah rampung berkeliling paviliun memilih meluangkan waktu sejenak di Restoran ‘Enak!’, dan menikmati ‘Nasi Goreng’, ‘Sate Ayam’, jajanan pasar dan ‘Kopi Luwak’ yang menggugah selera. Khusus Kopi Luwak, minuman ini mendapat perhatian khusus karena rasanya yang sangat istimewa, dan dikenal sebagai salah satu biji kopi termahal di dunia. “Kami cukup kewalahan dengan antusias pengunjung yang ingin mencoba makanan dan minuman di Restoran „Enak!‟. Harus diakui, aroma „Sate Ayam‟ sangat menggoda saat pengunjung berjalan menuju pintu keluar, dan membuat mereka ingin „mampir‟ sejenak dan mencoba hidangan. Agaknya petuah orang tua kita bahwa cinta berawal dari nikmatnya masakan adalah benar.”

Keikutsertaan Indonesia di World Expo 2010 juga dimaksudkan untuk meningkatkan peluang TTI (Tourism, Trade, and Investment). Dengan citra bangsa yang lebih baik, diharapkan akan meningkatkan peluang TTI dan mendatangkan kesempatan-kesempatan positif yang bermanfaat bagi bangsa Indonesia. Tahun 2010 menjadi sangat istimewa karena RI dan RRT merayakan 60-tahun hubungan diplomatik kedua negara. “Sejak paviliun resmi dibuka, kami sangat optimis bahwa Indonesia akan menyita perhatian pengunjung World Expo, khususnya masyarakat Tiongkok. Indonesia ibarat „saudara tua‟, dan berkunjung ke rumah saudara tua adalah kegiatan yang menyenangkan. Citra Indonesia yang memiliki keragaman hayati, budaya dan kehidupan majemuk yang harmonis telah menjadi perhatian masyarakat Tiongkok sejak lama terbukti oleh hubungan dagang kedua negara sejak berabad-abad lamanya,” tambah Mendag.

Paviliun Indonesia terletak di Zona B dan berdampingan dengan Paviliun Australia, Brunei Darussalam, Kamboja, DEVNET (International Development Information Network Association), dan Palang Merah Internasional (International Red Cross & Red Crescent). Dibanding negara Asia Tenggara lainnya, Indonesia berada di peringkat teratas dari segi jumlah pengunjung, dan Thailand (‘Thainese; Sustainable Way of Life’; luas paviliun 3,117m2) menempati urutan kedua dengan jumlah pengunjung mencapai 727,723 (30/5). World Expo 2010 sendiri mencatat 7,680,000 pengunjung (30/5) dengan rekor tertinggi pada Sabtu 30/5 dimana lebih dari setengah juta orang mengunjungi arena ekspo.

Panitia Pelaksana Paviliun Indonesia, bekerjasama dengan kementerian, BUMN dan sektor swasta, mengagendakan forum B2B untuk sosialisasi peluang dan kerjasama di Indonesia. Pada Juni 2010 BKPM akan menggelar forum B2B (Business to Business) yang akan dihadiri oleh pengusaha Tiongkok yang berminat melakukan perdagangan dan investasi di Indonesia. Selain dikunjungi oleh masyarakat RRT dan warga internasional, Paviliun Indonesia juga menerima kunjungan kehormatan dari negara sahabat dan rombongan mitra paviliun bersama rekanan bisnis.

Sekilas Mengenai Paviliun Indonesia

Paviliun Indonesia terletak di Zona B WESC, seluas 2.400m2, di atas lahan 4.000 m2 dan merupakan paviliun terluas dari Asia Tenggara.

Paviliun Indonesia mengambil tema Indonesia Is Biodiverse City untuk menunjukkan keberagaman dan kekayaan Indonesia dengan keharmonisan masyarakatnya yang hidup berdasarkan warisan kebudayaan, dan pada saat yang sama bangsa Indonesia bergerak maju dengan hidup dalam demokrasi dan modernisasi. Hal ini tercermin melalui bentuk arsitektur paviliun yang menampilkan kerterbukaan dan perjalanan sejarah bangsa. Alat peraga merupakan ribuan benda yang menuturkan sejarah panjang bangsa Indonesia yang hidup santun dengan alam. Paviliun Indonesia menampilkan budaya yang menghargai alam meskipun menghadapi perubahan jaman dan meningkatnya kehidupan perkotaan. Sebagaimana tema World Expo 2010 ‘Better City. Better Life.’, budaya Indonesia masih terawat dan hidup berdampingan dengan kemajuan dunia. Sejarah panjang Indonesia menunjukan identitas bahwa Indonesia adalah bangsa yang besar.

Paviliun Indonesia terbagi dalam tiga zona: Zona Bio menampilkan kekayaan alam Indonesia, Zona Keragaman memamerkan peralatan yang digunakan oleh komunitas tradisional dalam bercocok tanam dan kehidupan modern Indonesia, serta Zona Kota memperlihatkan kearifan bangsa Indonesia dan Area Kuliner, yaitu makanan dan minuman.

Mari kunjungi Paviliun Indonesia di World Expo 2010 Shanghai, China. Untuk melihat suasana dan mengetahui berita terkini tentang Paviliun Indonesia, silakan kunjungi website resmi Paviliun Indonesia di http://www.indonesiais.com/expo2010/home.html. Kementerian Perdagangan juga telah menyiapkan website khusus untuk mensukseskan partisipasi Indonesia http://www.indonesiaatworldexpo.com

Untuk melihat suasana dan mengetahui berita terkini tentang World Expo 2010, silakan kunjungi http://en.expo2010.cn atau silahkan bergabung di fan page http://www.facebook.com/home.php?#!/pages/Paviliun-Indonesia-World-Expo-2010/121867587842415?ref=sgm.

Kategori:INTERNASIONAL
  1. Shanty Lee
    3 Juni 2010 pukul 07:03

    Two tombs for Indonesian Government,
    two tombs for writer!

    Indonesia is BiodiverCity

    regards,
    Lee

  1. No trackbacks yet.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: