Beranda > UMUM > Pendidikan Seks di Sekolah Ditolak Mendiknas

Pendidikan Seks di Sekolah Ditolak Mendiknas


KATABERITA – Peredaran video mesum mirip artis yang akhir-akhir ini marak, membuat sejumlah kalangan mengusulkan pada Menteri Pendidikan Nasional Mohammad Nuh agar diberikan pendidikan seks pada murid di sekolah. Usul tersebut langsung ditolak oleh M Nuh.

“Saya mungkin sebagai orang yang kuno. Tapi saya melihat bahwa pendidikan seks di sekolah tidak perlu,” kata Mendiknas M Nuh, kepada pers di Istana Wapres Jakarta.

Hal tersebut dikatakan dia usai mengikuti rapat Komite Pendidikan yang dipimpin Wapres Boediono dan diikuti Menkeu Agus Martowardoyo, Menag Suryadhama Ali, Menpan dan Reformasi Birokrasi EE Mangindaan, serta Meneg Perencanaan Pembangunan/Kepala Bappenas Armida Alisjahbana.

Menurut dia, dirinya sangat prihatin dengan adanya peredaran film porno tersebut dan menyayangkan hal yang sifatnya pribadi bisa beredar di masyarakat. Nuh berpandangan, pendidikan seks tidak perlu menjadi salah satu kurikulum di sekolah. Karena seks bisa tumbuh dan muncul secara alamiah tanpa harus diajarkan.

“Soal seks setiap masyarakat tentunya akan memiliki pengetahuan secara alamiah tanpa harus ada yang mengajarkan. Jadi saya tidak setuju dengan keinginan pendidikan seks di sekolah,” ujarnya.

Mengenai pendidikan seks untuk menghindarkan agar film atau majalah porno tidak beredar di sekolah, dirinya, setuju agar para guru terus aktif melakukan pemeriksaan terhadap para siswa, terutama dengan menggeledah tas serta telepon genggam.

“Saya akan segera perintahkan kepada para kepala Dinas Pendidikan untuk selanjutnya diteruskan ke kepala sekolah agar meningkatkan pengawasan terhadap sesuatu hal yang berbau pornografi di sekolah-sekolah,” kata Mendiknas.

Nuh mengakui dirinya sampai sekarang belum menyaksikan film porno yang diduga dilakukan oleh sejumlah artis dan menghebohkan masyarakat, sehingga tidak tahu persis sampai batas mana tindakan porno atau seks yang dilakukan pelaku.

Namun demikian, dirinya menegaskan bahwa jika hal tersebut benar-benar terjadi maka patut disesalkan apalagi di saat pemerintah sedang membangun karakter bangsa. “Bapak Wapres tadi juga sempat menyesalkan telah terjadi peredaran film porno itu,” katanya.(nuh/antara/inilah)

Kategori:UMUM
  1. 10 Juni 2010 pukul 10:03

    pendidikan sex tidaklh terlalu penting yg penting adl pndidikn agama ,indonesia negara brpenduduk islam,tp tdk mencerminkn bangsa yg bragama…

  1. No trackbacks yet.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: