Beranda > HOTNEWS > Berebut Sedekah di Istana, 1 Tewas 11 Pingsan

Berebut Sedekah di Istana, 1 Tewas 11 Pingsan


KATABERITA – Lantaran antrean massa berebut sedekah di Istana negara, 1 orang tewas dan 11 pingsan. Ironisnya, tragedi ini terjadi di Istana Negara, Jakarta, di acara open house Idul Fitri Presiden Yudhoyono. Di tengah ribuan orang yang berdesak-desakan seorang tunanetra asal Garut, Joni Malela (45), tewas di lokasi. Selain Joni, 11 lainnya pingsan dan puluhan lainnya luka-luka.

Diduga kuat, insiden ini dipicu beredarnya kabar bakal adanya pembagian uang Rp 300 ribu bagi mereka yang bersalaman dengan Presiden SBY. Tak jelas dari mana asalnya, tapi pada acara serupa tahun lalu warga memang diberi uang Rp 250 ribu. Hal itu dijadikan acuan warga untuk kembali berbondong-bondong ke Istana.

“Saya dapat kabar katanya akan dikasih Rp 300 ribu, makanya saya datang,” kata Rina, seorang warga yang telah mengantre sejak pagi. Pada open house kali ini, yang direncanakan akan diberi uang adalah para penyandang cacat. Besarnya Rp 100 ribu. Adapun warga lainnya hanya memperoleh snack. Tapi kabar bakal ada pembagian uang Rp 300 ribu terlanjur menyebar. Akibatnya, ribuan warga sudah berdesak-desakan sejak pukul 09.00 WIB di pintu gerbang Istana Negara di Jalan Majapahit, Jakarta Pusat.

Di hari Lebaran itu, Joni Malela bersama Euis (38), istrinya yang juga tuna netra, berangkat naik angkot dari rumah kontrakan mereka di Parung, Depok. Mereka berangan-angan bisa bersalaman dengan Presiden dan mendapat uang sedekah Rp 100 ribu. “Tadinya mau dibawa pulang mudik,” kata Euis di Rumah Sakit Cipto Mangunkusumo (RSCM), Jakarta.

Euis mengisahkan, pukul 10.00 mereka tiba di Istana Negara. Saat mereka tiba, sudah terjadi dorong-mendorong. Karena kelelahan mengantre dan kehausan, Joni minta istirahat. Tapi, ia mendadak pingsan. Euis yang kebingungan lalu menangis dan berteriak minta tolong. Joni segera dilarikan ke pos Dinas Kesehatan DKI Jakarta yang ada di dekat situ. Namun malang, nyawanya tak dapat diselamatkan. “Suami saya kedorong-dorong orang. Saya heran, tahun lalu aman, kok,” kata Euis.

Menurut  Theresia Indah Susanti, petugas Dinas Kesehatan DKI yang bertugas di lokasi, Joni terhimpit di tengah ribuan warga yang merangsek ingin masuk Istana. Lantaran sesak napas, Joni sebenarnya sudah ingin keluar antrean. Tapi karena terjepit di tengah massa yang beringas, dia sesak napas, jatuh pingsan, lalu terinjak-injak. Petugas sempat memberinya bantuan pernapasan selama sekitar 10 menit. Namun, nyawanya tak tertolong.

Tapi hal itu buru-buru dibantah Menteri Kesehatan Endang Sedyaningsih. Menurutnya, dari hasil pemeriksaan jenazah, kematian Joni bukan karena diinjak-injak. “Sudah dilakukan pemeriksaan luar dan tidak dijumpai ada tanda-tanda kekerasan atau diinjak-injak,” kata Menkes di RSCM. Selengkapnya baca di sini.

Kepada Euis, kata Kepala Biro Pers dan Media Kepresidenan DJ Nachrowi, Presiden SBY memberi dana santunan sebesar Rp 10 juta. Selain Joni, ada puluhan lain yang terluka, dan setidaknya 11 warga pingsan di tempat. Salah satunya adalah Yanti yang jatuh pingsan di tengah antrean akibat sesak napas. Namun, untunglah, nyawanya masih tertolong dan kini dirawat di RSUD Tarakan.(nuh/vivanews)

Kategori:HOTNEWS
  1. Belum ada komentar.
  1. No trackbacks yet.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: